Setyo, pendemo mengungkapkan, aksi massa ini dalam rangka menolak pembangunan pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng. Massa menilai, keberadaan pabrik semen tersebut dapat merusak lingkungan, padahal warga setempat bermata pencarian sebagai petani.
"Kedatangan kami ke sini untuk menolak pembangunan pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng. Pabrik semen itu mengancam lingungan, dan tentunya pekerjaan kami di sana sebagai petani," ujar Setyo kepada wartawan di lokasi, Kamis (23/7/2015).
Aksi massa ini tidak mendapat perlawanan berarti dari pihak kepolisian. Aparat yang jumlahnya tidak terlalu banyak itu hanya beberapa kali meletuskan tembakan gas air mata ke kerumunan warga. Aksi massa ini membuat sejumlah kendaraan yang ingin melintas dialihkan.
(Risna Nur Rahayu)