JAKARTA – Pimpinan Jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jatinegara, St Winter Shigiro, mengatakan, kendati gereja mereka dibongkar, tak menyurutkan para jemaat untuk tetap menjalankan ibadah pada Minggu 26 Juli 2015. Pasalnya, bangunan di bagian bawah GKPI masih bisa digunakan untuk beribadah.
"Bagi kami tetap masih bisa beribadah, walaupun bangunan atas dihancurkan," ujar Shigiro di GKPI, Jalan Catur Tunggal, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (25/7/2015).
Ia menambahkan, jemaat GKPI Jatinegara masih bisa beribadah mingguan seperti biasa atas dasar kesepakatan yang telah dibuat pihak GKPI dengan pemerintah.
"Berdasarkan hasil kesepakatan dengan pemerintah, sehingga kami tetap beribadah di sini," tambah Shigiro.
Dia mengungkapkan, jumlah jemaat GKPI yang beribadah biasanya mencapai 200 orang yang berasal dari luar wilayah. Namun karena adanya spanduk penyegelan yang dipasang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kini jumlah jemaatnya menjadi berkurang.
"Ada sekira 200 yang beribadah di sini dari mana-mana. Kalau sekarang berkurang mungkin karena ada spanduk penyegelan di depan," pungkasnya.
(Arief Setyadi )