JAKARTA - Kapuspen TNI, Mayjen Fuad Basya menegaskan prajurit elite infanteri TNI AD Raider, tidak bisa melatih Brimob Polri. Pasalnya, doktrin dan fungsi keduanya jelas terpisah dan tak bisa disamakan satu sama lain.
"Tidak boleh, dong. Raider untuk menghadapi perang konvensional. Brimob untuk menghadapi kerusahan massa," ujar Fuad saat dikonfirmasi awak media di Jakarta.
Fuad menambahkan, ia mengaku kaget saat mengetahui adanya permintaan dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, agar anak buahnya dilatih di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdik Passus), Batujajar, Bandung. Menurutnya, pelatihan tersebut juga tidak bisa diberikan kepada tentara biasa.
"Permintaan ada, kaget juga kita. Raider kan untuk tentara, bukan tentara biasa lagi. Infanteri biasa juga tidak latihan Raider. Raider itu satu tingkat komando," imbuhnya.