"Perhitungannya seperti ini, USD1 untuk pengurangan bencana akan mengurangi kerugian sebanyak USD40 saat terjadi bencana," imbuhnya.
Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah untuk menambahkan adanya analisis dampak kebencanaan selain analisis dampak lingkungan (Amdal). Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah bisa melakukan pengawasan secara maksimal pada proses penataan ruang dan wilayah di Indonesia.
"Analisis dampak kebencanaan itu beda dengan Amdal. Kami ini, peta rawan gempa sudah punya, Kepmen PU soal itu juga sudah ada, dan masalah penataan ruang peta bencana juga punya. Tapi namanya juga hanya peraturan, karena pengawasan di lapangannya justru sangat minim," pungkasnya. (fal)
(Syukri Rahmatullah)