Apabila jadi melatih pasukan Brimob, Gatot menambahkan, banyak pusat-pusat pendidikan milik TNI yang siap memberi pelajaran survival. "Banyak pusat-pusat pendidikan. Di Jakarta ada, di tiap-tiap daerah ada. Setiap Kodam ada," imbuh Gatot.
Kapolri Jenderal Badrotin Haiti yang berdiri di samping Gatot, nampak tersenyum mendengar penjelasan tersebut. Sebelumnya, Badrotin Haiti di samping Gatot, juga mengklarifikasi bahwa yang diinginkan dari pelatihan TNI ke pasukan Brimob, adalah meningkatkan kemampuan survival.
"Jadi itu memang satu kebutuhan Brimob kita. Kita belum terlatih untuk bisa melakukan pengejaran-pengejaran pada daerah-daerah hutan dan gunung-gunung," timpal Badrodin.
Kapolri menyatakan pelatihan survival dari TNI, akan digunakan Pasukan Brimob mengejar para tersangka teroris yang bersembunyi di hutan dan gunung.
"Yang kita kejar itu teroris seperti Santoso. Kalau hanya seminggu naik (bertahan di hutan), tidak akan bisa menyelesaikan persoalan. Bagaimana melakukan penjajakan survival sampai bisa satu bulan dan seterusnya," tandasnya.
(Randy Wirayudha)