JOMBANG – Mantan Rais Am PBNU KH Mustofa Bisri mengundurkan diri dari penunjukan tim AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi) sebagai Rais Am PBNU masa khidmat 2015-2020 tadi malam.
Pagi ini, pria yang akrab disapa Gus Mus menziarahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyári di komplek Ponpes Tebuireng Jombang. Dalam ziarahnya itu, Gus Mus nampak meratap dan meminta maaf kepada Kiai Hasyim Asyari karena tak mampu menjaga NU.
"Mbah Hasyim, kulo sak santri kabeh nyuwon pangapunten Mbah Hasyim, mboten saget jaga NU, mas dur nek sampen tese wonten pasti mboten wonten masalah dados meniko," ujarnya sembari menangis, Kamis (6/8/2015).
Perkataan Gus Mus kurang lebih artinya “Mbah Hasyim, saya dan semua santri mohon maaf, saya tidak mampu menjaga NU, Mas Dur (Gus Dur) jika anda masih ada pasti tidak ada masalah seperti ini”.
Maksud dari ucapan Gus Mus tersebut tentu tak bisa diartikan sembarangan. Yang jelas polemik yang terjadi akan lebih baik diserahkan kepada kiai sepuh NU yang tentu lebih tahu apa yang harus dilakukan. Persepsi negatif justru akan merugikan NU sendiri sebagai organisasi terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.
Sebelumnya, dalam muktamar NU ke -33, KH Mustofa Bisri memberikan wejangan di tengah suasana muktamar yang memanas. Bahkan, dalam wejangannya, Gus Mus sempat menangis dan memohon kepada peserta muktamar mengedepankan ahlakul karimah yang diajarkan para pendiri NU. Tadi malam, nyaris saja terjadi adanya muktamar tandingan di Ponpes Tebu Ireng, karena tidak menyetujui proses pemilihan AHWA. Tapi, akhirnya niat tersebut urung dilakukan, demi menjaga keutuhan Nahdlatul Ulama (NU).
(Syukri Rahmatullah)