Ratusan Perawat Rumah Sakit Jiwa Tuntut Tunjangan

Demon Fajri, Jurnalis
Senin 24 Agustus 2015 11:58 WIB
Ratusan perawat dan pegawai melakukan demo. Foto: Demon Fajri/Okezone
Share :

BENGKULU - Ratusan pegawai, perawat, dan karyawan Rumah Sakit Ketergantungan Obat dan Jiwa (RSKJ) Soeprapto, Bengkulu, menggelar aksi demonstrasi. Akibatnya, pelayanan di RSKJ sempat lumpuh selama satu jam.

Dalam aksi tersebut, ratusan pendemo menuntut pencairan dana insentif dan tunjangan risiko 2015 yang sama sekali belum dibayarkan pihak manajemen RSKJ Bengkulu.

Para pendemo sempat membawa beberapa spanduk tulisan yang ingin mereka sampaikan ke pihak manajemen. Setelah beberapa menit menggelar demo, massa akhirnya diterima pihak manajemen RSKJ guna didengar aspirasinya.

Hasilnya, untuk tunjangan risiko 2015 yang tidak dianggarkan akan diusulkan kembali pada 2016. Sementara untuk insentif perawat, pegawai, apoteker, dan karyawan lainnya akan dibagikan pihak manajemen. Penyalurannya akan sesuai aturan dan ketetapan yang berlaku.

Setelah satu jam menggelar aksi, dan aspirasinya didengar pihak manajeman, ratusan pegawai serta karyawan RSKJ membubarkan diri dan kembali bekerja seperti biasa.

Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu, Chandrainy Puri, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tunjangan risiko 2015 memang tidak ada. Sebab, ucap dia, di 2014 tidak ada perencanaan terkait hal tersebut. Meski demikian, pihak manajeman RSKJ akan merencanakan agar masuk di 2016.

"Tunjangan risiko tidak ada dianggarkan. Kita akan rencanakan tahun ini masuk tahun depan. Per bulan tunjangan risiko setiap karyawan sekira Rp250 ribu," tutur Chandrainy kepada Okezone, Senin (24/8/2015).

Ia menambahkan, demonstrasi yang digelar seluruh karyawan RSKJ tidak menghambat pelayanan. "Tidak ada menghambat pelayanan," tandasnya. (ira)

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya