Sementara itu, Ketua MUI Jawa Timur, KH Abdussomad Bukhori menegaskan, agar Tuhan mengganti namanya. Tujuannya agar nama tersebut tidak mengandung penafsiran yang salah.
Publik memang dihebohkan dengan adanya seorang pria asal Banyuwangi yang bernama Tuhan. Hal ini bermula di media sosial Facebook setelah seorang netizen mengunggah KTP tukang kayu yang bernama Tuhan.
Belakangan juga muncul lagi pria asal Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang bernama Saiton. Dia merupakan ahli teknik komputer di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Palembang yang bergelar Magister Administrasi Publik.
(Arief Setyadi )