KULONPROGO – Selama menyandang nama ‘Nama’, sejumlah pengalaman unik pernah dialami. Nama menuturkan, salah satu pengalaman yang tidak bisa dilupakan adalah ketika duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Saat itu, kata dia, daftar presensi siswa selalu diawali dengan nomor dan nama. Lantaran Nama mendapat nomor urut pertama, gurunya selalu tidak menyebutkan namanya saat diabsen.
“Akhirnya waktu naik kelas III, nomor urut absen saya dipindah ke tengah agar bisa terbaca guru saat diabsen,” ungkapnya sambil menahan tawa, Minggu 6 September 2015.
Tidak hanya guru dan teman-teman semasa sekolah yang heran dan merasa lucu dengan nama Nama. Bahkan ketika mengurus surat-surat ke kantor pemerintahan desa, namanya sering kali mengundang tawa geli sebagian perangkat desa.