Kabut Asap Ibarat Malaikat Pancabut Nyawa

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis
Rabu 09 September 2015 12:19 WIB
Dinkes Pemprov Jambi bagi-bagikan masker menyusul kabut asap menyelimuti willayah itu (foto: Antara)
Share :

Menurutnya, asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan juga mengandung zat berbentuk partikel yang berbahaya bagi kesehatan warga, seperti zat TSP, PM 10, PM 5. Jika seseorang terlalu sering menghirup zat-zat berbahaya itu, dapat terjangkit radang saluran pernapasan atau bronkitis.

"Untuk penderita asma, jika menghirup bisa kambuh lagi bahkan semakin berat dan bisa berdampak pada kematian. Kemudian bahaya yang paling mengerikan adalah mengakibatkan kanker paru. Jika sudah terkena kanker paru kesempatan untuk sembuh, kecil. Ini terjadi jika sudah terlalu banyak menghirup asap dalam rentang waktu lama," ucap dokter yang sudah 30 tahun mengabdi di RS Ibnu Sina Pekanbaru itu.

Untuk itu, dia mengimbau warga agar waspada dan berusaha untuk tidak keluar rumah selama asap masih menyelimuti Pekanbaru. Dia juga meminta warga untuk tidak menyepelekan dampak kabut asap, seperti ISPA, iritasi mata, diare, iritasi kulit.

"Bayangkan saja, jiwa menghirup asap rokok yang jumlahnya sedikit saja sudah berbahaya, apalagi menghirup asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan ini tentu bahayanya lebih besar. Penyakit seperti kanker paru, asma akut sangat bisa dialami banyak warga. Karena kita tahu warga Riau sudah menghirup polusi udara selama 18 tahun," ucapnya.

Untuk menghindari itu, Munir berharap warga benar-benar bisa mengurangi aktivitas di luar rumah jika terjadi kabut asap. Jika pun harus keluar pakailah masker yang benar-benar standar. "Masker yang standar adalah N95. Masker ini bisa bisa menyaring zat berbahaya asap. Jadi yang selama ini dipakai yang tipis-tipis yang sering dibagikan itu kurang baik. Karena tidak semua zat bisa tersaring," ucapnya.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya