Ketika itu di sebuah hutan sekitar Kedunggalar, Ngawi, mobil Gubernur Soerjo dicegat gerombolan Front Demokrasi Rakyat (FDR/PKI). Dalam beberapa literatur, disebutkan gerombolan itu dipimpin Maladi Yusuf.
Dalam saat yang sama, tidak hanya Gubernur Soerjo yang ikut jadi korban. Disebutkan dua perwira polisi, Kombes Pol M. Doerjat dan Kompol Soeroko turut jadi “random victim” .
Ketiganya jadi korban acak PKI yang memang mengincar orang-orang pemerintahan. Gubernur Soerjo sendiri kala itu sudah menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung sejak 1947.
“(Soerjo dan M. Doerjat) adalah random victim. Mereka (PKI) menghajar orang-orang pemerintah,” tutur penggiat sejarah Roode Brug Soerabaia, Ady Erlianto Setiawan kepada Okezone.
“Termasuk Kombes Pol M. Doerjat yang dicegat pada saat bersamaan. Pak Soerjo dari arah Yogya ke Surabaya, Kombes Pol M. Doerjat dari Surabaya ke Yogya,” tambahnya.