Terorisme Harus Dikeroyok Bersama-sama

Mohammad Saifulloh, Jurnalis
Selasa 29 September 2015 23:45 WIB
Ilustrasi (Dok Okezone)
Share :

"Caranya bukan dengan cara lama yang membuat kita menjadi terbelenggu. Seperti terus memusuhi mereka dan tidak berupaya menyadarkan mereka yang notabene saudara-saudara kita sendiri. Kita harus merangkul lagi mereka ke pangkuan Ibu Pertiwi. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh BNPT, tetapi semua harus berkontribusi dalam penanggulangan terorisme," tutur Werijon.

Salah satu penyanggah dalam acara itu, pengamat terorisme Saut Situmorang menilai kegiatan seperti ini harus diperbanyak. "Kegiatan seperti ini biasanya dibuat seminggu atau dua minggu setelah bom meledak. Tapi ini tidak. Ini early warning yang bagus. Dan itu membuktikan BNPT telah menjalankan program pencegahan yang bagus," sambungnya.

Yang pasti, tukas Saut, terorisme harus dikeroyok bersama-sama. "Kalau perlu konvensi yang ada ditengok kembali, juga kerjasama-kerjasama internasional lain. Ini tantangan kita semua, terlepas dari teori agama dan yang lain. Intinya, semua teori harus dipakai untuk mencegah terorisme," pungkasnya.

Buku Islam dan Terorisme ditulis secara keroyokan antara lain oleh Firman Maulana Noor, Ahmad Jum'a Khatib Nur Ali, Kholidah Tamami, MSi, Rusydi Yusuf, Alfon Satria Harbi, MSi, Siti Haniatunnisa, MH, Kol (Mar) Werijon, Dr. Damos Dumoli Agusman, dan Dr Larasati Simatupang, dengan editor Yanuardi Syukur MSi (Iluni Pps UI). Selain para tokoh diatas acara ini juga menghadirkan pembicara lain seperti M Luthfi Zuhdi (Pengamat Terorisme UI), Dr Hendra Kurniawan (UI) dan moderator Marion Kansil SC, MSi (Kajian Strategik Intelijen UI).

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya