HAMA – Rusia untuk pertama kalinya melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah. Namun, serangan dari negara yang dipimpin Vladimir Putin itu tidak mengenai kelompok militan ISIS sebagai target, melainkan menewaskan puluhan warga sipil Suriah.
Dewan Nasional Suriah, kelompok yang menentang Presiden Bashar Al Assad, mengatakan sebanyak 36 orang tewas akibat serangan yang dilakukan Rusia tersebut di wilayah bagian utara Homs.
Pemimpin Dewan Nasional Suriah, Khaled Khoja, mengatakan, tidak ada anggota ISIS di empat wilayah yang diserang Rusia tersebut. Rusia menyatakan sedang menargetkan kelompok terorisme tersebut. Tapi, menurutnya, itu sama sekali tidak berdasar.
Negara-negara Barat seperti Prancis dan Amerika Serikat (AS) juga mengekspresikan keraguan siapa yang menjadi target Rusia dalam serangan tersebut. Prancis pun memiliki pendapat yang sama.
"Pasukan Rusia menyerang Suriah dan anehnya tidak mengenai anggota ISIS,” kata Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian, seperti diberitakan Sky News, Kamis (1/10/2015).
(Hendra Mujiraharja)