"Tidak ada pengaruhnya menurut saya, percuma," ujar Asep saat ditemui di rumahnya di RT 6 RW 5, Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (10/10/2015).
Pencabutan syaraf libido, kata Asep, hanya mencegah pelakunya untuk melakukan kejahatan secara individu. Namun, tetap bisa menanamkan pengaruhnya untuk tak berbuat cabul terhadap orang lain.
"Itu cuma orangnya sendiri tidak bisa berbuat, tapi kalau gengnya, atau dia tanamkan pengaruh soal seksual, kan tetap menular," imbuhnya.
Seperti diketahui, putri Asep, PNF alias Eneng (9) tewas usai dicabuli Agus (39). Untuk menutupi aksi bejatnya, pelaku lantas memasukan korban ke dalam kardus dan membuangnya ke tempat sampah. Kini Agus telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan sekaligus pemerkosaan terhadap bocah malang tersebut.
(Arief Setyadi )