WASHINGTON – Setelah sukses membuat kesepakatan nuklir dengan Iran, Pemerintah Amerika Serikat (AS) seakan belum puas dan dikabarkan segera merampungkan perjanjian nuklir dengan Pakistan.
Harian New York Times yang mengutip sumber dari pejabat AS dengan kondisi anonim melaporkan bahwa Pemerintah AS saat ini berencana menggali peluang kesepakatan dengan Pakistan. Negara pimpinan Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif itu diketahui memiliki program nuklir dengan perkembangan tercepat di dunia.
“Jika Pakistan akan mengambil tindakan sesuai yang diminta AS, pada dasarnya Pakistan akan meminta beberapa syarat,” ujar Wakil Presiden Carnegie Endowment for International Peace, George Perkovich, kepada New York Times, seperti dikutip TIME, Jumat (16/10/2015).
“PM Pakistan Nawaz Sharif akan berada di Washington dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry pekan depan. Jika berjalan lancar, peluang kesepakatan nuklir AS-Pakistan akan terbuka lebar,” sambungnya.
Sebagaimana diberitakan, enam negara kekuatan dunia atau P5+1 (AS, Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, dan China) telah menandatangani kesepakatan nuklir dengan Iran pada 14 Juli 2015 di Wina, Austria.