SEOUL – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan berusaha meningkatkan angka kelahiran bayi di negaranya. Angka kelahiran di Negeri Ginseng berada pada rataan 1,2 bayi setiap satu perempuan.
Mahalnya harga properti dan angka pengangguran yang tinggi dianggap pemerintah sebagai penyebab turunnya angka kelahiran bayi. Untuk itu, Pemerintahan Park Geun-hye akan mengeluarkan paket kebijakan demi tercapainya target rataan 1,5 bayi setiap satu perempuan pada 2020.
Seperti dilaporkan Korea Times, Senin (19/10/2015), Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan akan membuka lebih dari 40.000 lapangan kerja baru pada 2017. Perusahaan-perusahaan yang merekrut tenaga kerja muda sebagai pegawai tetap akan diberikan insentif pajak sebesar 5 juta won Korea (senilai 60juta rupiah) per orang. Angka pengangguran usia produktif 15 sampai 29 di Korea mencapai 7,9 persen pada September.
Pihak Kementerian juga akan mempermudah pasangan yang akan menikah untuk menyewa rumah dalam jangka waktu lama. Selama ini, menurut pemerintah, para pasangan menunda pernikahan agar mempunyai tempat tinggal yang tetap terlebih dahulu.