Pemerintah Korsel Akan Tingkatkan Angka Kelahiran Bayi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 19 Oktober 2015 15:30 WIB
Pemerintah Korea Selatan berencana meningkatkan angka kelahiran bayi (Foto: CRI)
Share :

Bagi pasangan suami istri yang sudah memiliki anak, pemerintah akan mengurangi biaya persalinan dan kesehatan kehamilan agar mereka mau memiliki anak lagi. Pasangan yang mengalami masalah kesuburan juga akan dibantu secara finansial.

Paket kebijakan ini diragukan akan berhasil. Pandangan masyarakat Korsel terhadap pernikahan sudah berubah. Sebuah survei dari pihak swasta menunjukkan bahwa empat dari 10 perempuan Korsel berumur 20 sampai 30 tahun menganggap pernikahan adalah sebuah pilihan hidup bukan kewajiban.

Menurut statistik di Korsel, pada 2014 angka pernikahan tercatat sejumlah 305.500 pasangan. Jumlah ini menurun 17.300 pasangan pada 2013. Pasangan muda-mudi Korea lebih memilih untuk menikah ketika usia mereka hampir mencapai 30 tahun.

Rata-rata usia menikah di Korea adalah pada umur 32,4 tahun untuk laki-laki dan 29,8 tahun untuk perempuan. Dibandingkan 10 tahun lalu, laki-laki di Korea menikah pada usia 30,5 tahun dan perempuan pada usia 27,5 tahun.

Para ahli mengingatkan bahwa tingkat kelahiran yang rendah akan berakibat pada pertumbuhan ekonomi melambat karena kekurangan tenaga kerja pada usia produktif. Pertumbuhan ekonomi yang melambat akan meningkatkan angka pengangguran. Meningkatnya angka pengangguran berarti usia pernikahan tertunda yang berakibat angka kelahiran rendah. Seperti sebuah lingkaran setan.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya