Selokan Bersejarah Mataram Dikotori Tumpukan Sampah

, Jurnalis
Senin 19 Oktober 2015 11:27 WIB
Selokan Mataram dipenuhi sampah (Foto: Harian Jogja)
Share :

SLEMAN – Selokan Mataram yang membelah Yogyakarta dan berada di sebagian besar wilayah Sleman dipenuhi sampah. Selokan bersejarah yang dibangun Sri Sultan Hamengkubuwono IX ini justru dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah oleh orang tak bertanggungjawab.

Selokan ini tidak saja dipenuhi sampah dedaunan tetapi juga sampah rumah tangga serta sampah pertokoan. Sampah itu terlihat dari kawasan Sinduadi, Mlati kemudian di Depok, bahkan di sejumlah titik di Kalasan sangat terlihat, mengingat air selokan mulai mengering.

Sampah itu membuat kondisi selokan kian kumuh meski di samping kiri dan kanan telah dilakukan penataan ulang sedemikian rupa melalui pelebaran jalan. Seperti yang terlihat di selokan Puren, Pringwulung, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Yanto (50), salah satu warga Puren mengakui banyaknya sampah yang berada di selokan mataram. Kenyataan itu telah dibuktikannya dalam beberapa bulan terakhir saat ia membuat bendungan dari bambu. Tumpukan sampah terhenti di bendungan itu dibersihkan Yanto selama tiga kali dalam sehari.

Sayangnya, Yanto tidak menampung sampah itu keluar dari selokan dan hanya membebaskan sampah dari bendungan yang dibuatnya, kemudian sampah dibiarkan kembali terbawa arus ke arah timur.

”Ini berbagai macam, mulai dari sampah keluarga seperti bekas sayuran. Lalu sampah pertokoan dan warung. Sehari tiga kali saya bersihkan tapi selalu datang lagi sampahnya,” ungkapnya saat ditemui Harian Jogja sembari membersihkan bendungan dari sampah.

Yanto membendung selokan itu dengan tatanan bambu untuk dialirkan ke kolam budidaya ikan bersama kelompok tani ikan di dusunnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya