Kontroversi permen Rainbow ini cukup ramai menjadi perbincangan di media sosial. Menyadari kekeliruannya pihak produsen langsung melakukan penarikan permen yang telah beredar di pasaran. Tak hanya itu, pihak PT Ultra Prima Abadi juga melakukan permintaan maaf kepada ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadyah, MUI, dan LDII serta seluruh umat Islam.
Head of Corporate and Marketing Comunication PT Ultra Prima Abadi selaku produsen permen, Yuna Eka Kristina, mengatakan pihaknya tidak sengaja membuat tulisan yang merujuk kata gaul anak muda ini.
(Muhammad Saifullah )