Kebijakan Wali Kota Bogor Larang Perayaan Asyura Dikritik

Arief Setyadi , Jurnalis
Minggu 25 Oktober 2015 17:48 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto: Okezone)
Share :

"Persepsi dan kebijakan kepala daerah seperti Bima Arya ini kini Indonesia dinilai sebagai satu dari negara terburuk di dunia dalam menjaga keberagaman. Pew Research Center 2015 mencatat Indonesia termasuk negara yang kini paling parah jika dinilai dari indeks social hostilities ataupun indek government restriction atas keberagaman agama," tuturnya.

Denny menambahkan, jika saat ini menimpa syiah bukankah ke depan tidak tertutup kemungkinan akan menimpa minoritas lainnya. Pemerintah pusat pun disayangkan jika membiarkan kepala daerah yang membuat kebijakan yang bisa ditafsir melanggar konstitusi UUD 45.

"Bukankah jelas dalam pasal UUD 45 bahwa negara kita berazaskan Pancasila yang melindungi keberagaman agama? Bukankah jelas juga bahwa founding fathers negara kita yang sangat jelas tingkat kesaleha agamanya, juga menginginkan Indonesia yang beragam?, terangnya.

Menurut Denny, semua pihak memimpikan Indonesia menjadi rumah Pancasila yang di dalamnya ada pemerintah yang melindungi penganut agama dan kepercayaan. Adapun yang harusnya dilarang hanyalah tindakan kriminal, dan kegiatan beribadah agama maupun perayaan agama bukanlah kriminal.

"Jangan biarkan keberagaman Indonesia dirusak oleh kepala daerah dan pemimpin yang buruk," pungkasnya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya