Tito menjelaskan, kasus peledakan bom yang dilakukan Leo disebut dengan fenomena wolfman lantaran melakukan aksinya seorang diri.
"Dia ini serigala yang melakukan aksinya sendiri. Kalau serigala kan pada umumnya berkelompok. Nah dia sendirian. Dia rakit sendiri bomnya, diletakkan sendiri, kemudian diledakkan sendiri," pungkasnya.
Menurut Tito, kenapa Leo merakit bom jenis tersebut karena memang TATP jenis bom yang tergolong mudah dibuat. "Ini mudah sekali dibuat dengan komponen rumah tangga pakai thinner atau cat. Pertama kali kasus ini terjadi di indonesia kan pakai chemical bom buatnya," pungkasnya.
(Arief Setyadi )