Algojo ISIS Diupah Rp13,6 Juta per Bulan

Randy Wirayudha, Jurnalis
Jum'at 30 Oktober 2015 14:26 WIB
Ilustrasi ISIS: Reuters
Share :

WASHINGTON DC – Jelas sudah bahwa tindakan barbar para algojo ISIS, bukan semata dilakukan tanpa imbalan. Algojo atau penjagal ISIS macam Jihadi John, bisa meraup “gaji” ribuan dolar Amerika Serikat (AS) atau belasan juta rupiah untuk mencabut nyawa orang-orang tak bersalah.

Seorang juru bicara Kementerian Keuangan AS yang tak disebutkan namanya, membocorkan bahwa algojo ISIS macam Jihadi John, bisa diupah USD1.000 atau Rp13,6 juta per bulannya.

Jubir tersebut juga memaparkan bahwa ISIS punya anggaran USD360 juta atau sekira Rp5 triliun untuk kurang lebih 30 ribu anggotanya.

Dengan gaji menggiurkan itulah, menurut pengamat HAM Suriah, para anggota ISIS sudah mengeksekusi 3.500 jiwa sejak mendeklarasikan kekhalifahan pada Juni 2014 lalu, termasuk 77 nyawa anak-anak.

Lalu dari mana ISIS punya dana besar untuk “bikin kekacauan” di Timur Tengah? “Emas Hitam” atau minyak jawabannya. ISIS yang mencaplok sejumlah ladang minyak di Irak, untuk kemudian dijual di pasar gelap. Belum lagi perampokan, pemerasan, tebusan penculikan dan donasi asing!

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya