Dari data 2014 saja, ISIS mendulang USD1 triliun dengan menjual sekira 400 ribu barel minyak dari ladang di Irak selama ini.
“Perkiraan terbaru yang bisa kami publikasikan adalah antara USD500 juta dan USD1 triliun dalam bentuk aset bank, berdasarkan data 2014,” ungkap sang juru bicara Kemenkeu AS kepada Sputnik, seperti dilansir DailyStar, Jumat (30/10/2015).
“Awal tahun ini, ISIL mendapat keuntungan USD40 juta dalam sebulan dari penjualan minyak. Angka itu mendekati USD325 juta per tahun,” tandasnya.
Namun dilaporkan sejak Rusia “meramaikan” krisis Suriah, sumber-sumber uang mereka turut dihancurkan dan kini mulai kekurangan dana. Belum lagi gelombang pengungsi yang keluar dari Irak dan Suriah, membuat ISIS kehilangan dana dari sektor pajak.
(Randy Wirayudha)