Banjir dan Puting Beliung Landa Bukittinggi

, Jurnalis
Kamis 05 November 2015 10:56 WIB
Banjir dan puting beliung melanda Bukittinggi (Ilustrasi: Dok. Okezone.com)
Share :

BUKITTINGGI — Hujan lebat dan angin puting beliung melanda Kota Bukittinggi, Rabu (4/11/2015) kemarin. Akibat kejadian ini, atap sejumlah rumah warga di Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, copot. Sementara hujan lebat juga membuat 12 Kepala Keluarga (KK) di kawasan ini terdampak banjir.

Hujan lebat mulai mengguyur Kota Bukittinggi sekira pukul 13.30 WIB. Namun genangan air mulai memasuki rumah warga sekira pukul 14.30 WIB. Puncaknya, pukul 15.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB, genangan air semakin meninggi.

Dari pantauan Haluan, ketinggian air di kawasan Tarok Dipo ini sangat bervariasi. Di halaman rumah warga, ketinggian genangan air mencapai betis orang dewasa hingga di atas lutut orang dewasa. Sementara di dalam rumah warga, ketinggian air mulai dari tumit orang dewasa hingga setinggi betis orang dewasa.

Tak hanya merendam rumah warga, tapi genangan air akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Bukittinggi juga membuat Jalan Sutan Syahrir, tepatnya di Simpang SMP Negeri 2 kawasan Tarok Bukittinggi juga kebanjiran.

Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan itu menjadi macet total, karena beberapa mobil tampak mogok. Ketinggian air di jalan umum ini mencapai betis orang dewasa. Bahkan sejumlah kedai dan toko hingga rumah makan yang terletak di kawasan itu juga digenangi air hingga setinggi tumit orang dewasa.

Dari keterangan sejumlah warga sekitar, banjir memang sering melanda pemukiman warga di Kelurahan Tarok Dipo saat diguyur hujan lebat dengan durasi yang cukup lama. Namun kejadian banjir kali ini dinilai lebih parah dibanding yang pernah terjadi sebelumnya.

Warga menduga, banjir tersebut dipicu tersumbatnya saluran air. Ini dapat dilihat dari banyaknya sampah yang banyak diangkut oleh derasnya genangan air. Tak hanya itu, pembangunan drainase di kawasan itu dinilai asal-asalan dan sangat dangkal, karena langsung ditembok tanpa digali terlebih dahulu.

Sementara untuk angin puting beliung, peristiwa ini terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Dari pengakuan Irva (21), salah seorang warga setempat, dirinya mengaku melihat ada pusaran angin yang berputar di atas atap rumah warga.

“Waktu itu saya jualan. Kedai saya pakai atap terval. Sekira pukul 14.00 WIB angin sangat kencang sekali dan saya sempat melihat ada pusaran angin di atas atap. Saya melihat, pusaran angin itu berputar membawa sampah-sampah dan atap rumah,” ujar Irva.

Irva memperkirakan, angin puting beliung itu terjadi sekira lima menit. Namun Ia mengaku tidak memantau pergerakan pusaran angin itu lebih lanjut, karena dirinya merasa takut dan sedang berkutat menyelamatkan tenda dan barang dagangannya dari serangan angin kencang tersebut.

Akibat kejadian ini, sejumlah atap rumah warga tampak copot. Namun yang paling parah dialami Musala Ateh Lurah Kelurahan Tarok Dipo. Atap musala sepanjang tujuh meter itu runtuh dan mengalami rusak serius.

“Laporan sementara, ada sekira 16 bangunan, seperti rumah, toko dan kedai yang kebanjiran dan ada sekira 12 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban banjir. Sementara untuk dampak angin puting beliung, ada sekira lima bangunan, baik itu rumah maupun warnet yang mengalami kerusakan,” ujar Suyerman, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bukittinggi.

Suyerman mengatakan, untuk membantu warga yang rumahnya kebanjiran, pihaknya telah mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk menyedot air yang menggenangi rumah warga.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya