JAKARTA – Dugaan penggunaan makelar dalam pertemuan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang dilontarkan Dosen Ilmu Politik Asia Tenggara dari School of Oriental and Asian Studies, Dr Michael Buehler penuh dengan kontradiksi.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyebutkan banyak ketidakcocokan dan spekulasi dalam artikel yang dipublikasikan Buehler di asiapacific.anu.edu.au, serta menyarankan Pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi Buehler melalui kedutaan besarnya di Inggris.
Dalam artikelnya, Buehler menyebutkan bahwa konsultan Singapura, Pareira International PTE LTD, telah menyepakati kerjasama dengan R&R Partner's Inc, perusahaan asal Las Vegas yang diduga menjadi makelar.
Menurut artikel itu, R&R Partner's bekerja sebagai konsultan bagi pejabat RI, yang membantu untuk mendapatkan akses ke Gedung Putih untuk menemui Obama. Kerjasama itu diduga dalam rangka kunjungan Presiden Jokowi ke AS.