Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KBRI di Washington Bantah Isu Penggunaan Jasa Makelar

Emirald Julio , Jurnalis-Sabtu, 07 November 2015 |16:05 WIB
KBRI di Washington Bantah Isu Penggunaan Jasa Makelar
Gedung KBRI di Washington (Foto: Embassy of Indonesia)
A
A
A

JAKARTA – Isu penggunaan jasa makelar oleh Pemerintah Indonesia mendadak memanas di dalam negeri. Isu ini menyerang pihak Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta tim dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC. KBRI di Washington pun telah memberikan respons dan membantah keras isu ini dengan mengatakannya tidak benar sama sekali.

Isu ini menyampaikan bahwa perusahaan konsultan di Singapura membayar sebuah tim dari Las Vegas senilai USD80 ribu untuk membantu Presiden Jokowi mendapatkan akses ke Gedung Putih. KBRI di Washington sendiri membantah dan mengatakan isu itu hanya spekulasi yang tidak berdasar.

Pada pernyataannya, pihak KBRI di Washington merilis beberapa hal terkait isu tersebut, yaitu:

1. Adanya spekulasi yang menyatakan bahwa pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Obama difasilitasi oleh Lobbyist sangat tidak berdasar. Sejak pertemuan pertama Presiden Jokowi dan Presiden Obama di Beijing di sela-sela pertemuan APEC pada November 2014, Presiden Obama telah mengundang Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat. Selain itu, Presiden Obama melalui suratnya tanggal 16 Maret 2015 telah secara resmi menulis surat kepada Presiden Joko Widodo dan mengundang secara resmi untuk berkunjung ke Amerika Serikat. Presiden Joko Widodo pada 19 Juni 2015 membalas undangan Presiden Obama dan menyatakan akan berkunjung ke Washington DC pada 26 Oktober 2015 setelah kedua negara menyepakati waktu yang sesuai bagi kedua kepala negara.

2. Terkait anggapan bahwa KBRI tidak mampu menyukseskan kunjungan Presiden RI sangat tidak merefleksikan fakta yang sesungguhnya. Sejak November 2014, sesuai instruksi Menlu RI, KBRI di Washington telah mempersiapkan kunjungan Presiden RI ke Amerika Serikat, baik menyusun program maupun memastikan hasil yang konkret dari kunjungan. Untuk menciptakan momentum Presiden RI, KBRI memfasilitasi berbagai kunjungan pejabat Indonesia ke Amerika Serikat maupun pejabat AS ke Indonesia, termasuk kunjungan tujuh anggota Kongres AS dan empat senator senior AS. KBRI memfasilitasi tidak kurang dari enam kunjungan bisnis dari berbagai perusahaan besar di Amerika Serikat ke Indonesia. Duta Besar telah bertemu setidaknya dengan hampir 100 anggota Kongres dan Senator AS untuk menjelaskan arti penting kunjungan dan meminta dukungan suksesnya kunjungan Presiden RI.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement