Wapres Adeeb kemudian resmi dipecat oleh Parlemen Maladewa. Menurut Menteri Dalam Negeri Maladewa Umar Naseer, Adeeb sudah tidak bertugas lagi di kantornya dan Presiden Yameen secepatnya akan menunjuk sang pengganti.
Sebelumnya, Adeeb sendiri telah ditahan otoritas berwenang Maladewa terkait penyelidikan upaya pembunuhan Presiden Yameen. Otoritas Maladewa juga telah menahan dua ajudan Presiden yang diduga terlibat peristiwa pada September 2015 itu.
Sebagaimana diberitakan pada 28 September 2015, speedboat pribadi Presiden Yameen diketahui meledak saat ia kembali dari perjalanan menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Presiden Yameen tidak terluka dalam peristiwa tersebut. Namun, ibu negara Maladewa dan dua pengawalnya mengalami luka-luka.
(Jihad Dwidyasa )