Dengan modal awal Rp2 juta, dirinya membudidayakan tanaman tersebut dilahan seluas 2350 meter persegi miliknya. Kini, dihiasi sekitar 500.000 tangkai bunga amarilis. ”Perawatannya sendiri itu mudah, hanya butuh air untuk menyiramnya setiap hari saja sudah tumbuh subur," jelasnya.
Sukadi mengatakan, dirinya menjual satu tangkai bunga amarilis sebesar Rp5000 pertangkai. Saat ini, rumahnya ramai dikunjungi wisatawan. Setap hari tidak kurang 300-an wisatwan datang. Selain berfoto mereka membeli untuk buah tangan. "Saya kenakan biaya perbaikan perawatan seikhlasnya," katanya.
Sementara salah satu wisatawan Kismaya mengaku sengaja datang ke Patuk untuk menyaksikan bunga yang sedang mekar. Ia mengetahui, dari media sosial terkait munculnya kebun buah.
"Saya tahu dari instagram kok bagus, lalu sengaja datang ternyata benar-benar bagus," kata warga Yogyakarta ini.
(Fiddy Anggriawan )