Potret Kampung Pecinan (China Town) Masa Lalu dan Kini

Amril Amarullah, Jurnalis
Rabu 02 Desember 2015 16:22 WIB
Kampung Pecinan pada masa lampau (foto: ilustrasi)
Share :

Berubah Modern

Bangunan-bangunan pertokoan di sepanjang Jl. Pasuketan sekira tahun 1920an sudah mencerminkan adanya pengaruh art deco dari China. Lihat saja tiang-tiang besar penyangga bangunan sangat berbeda dengan tiang penyangga masa klasik kesultanan.

Pengaruh China bisa dilihat dari tiang berbentuk persegi panjang, sedangkan pada masa klasik kesultanan Islam (baca Cirebon) berbentuk bulat panjang. Para rumah bangsawan keraton Cirebon saat ini masih tersisa di sekitar daerah tersebut.

Kini wajah modern kompleks Pasuketan tidak lagi menampakkan sisa arsitektur art deco China yang indah. Setelah sepanjang jalan itu diperlebar pada awal masa orde baru, yakni pada masa Walikota Tatang Suwardi. Dampak dari pelebaran jalan tersebut juga menghancurkan bangunan lama digantikan dengan bangunan modern. Kota Cirebon sejak itu berubah wajah secara total.

Bersebelahan dengan Jl. Pasuketan, terdapat jalan raya yang kini dikenal sebagai Jl. Pecinan. Jalan ini merupakan arah strategis menuju Keraton Kanoman, Kasepuhan dan Pengguron Kacirebonan. Pada masa lalu kompleks Pecinan memberikan warna yang khas bagi pertumbuhan kota itu sendiri.

Sebagai bangsa perantau yang datang bersamaan dengan datangnya kaum Tionghoa ke Cirebon sekira abad ke-15, para perantau China itu memilih tempat strategis, yakni berdekatan dengan pusat pemerintahan. Pada sekira tahun 1960an, rumah-rumah berkepala naga masih nampak menghiasi bangunan sekitar itu.

Namun sejak memasuki tahun 1970an seiring dengan modernisasi kota, kompleks Pecinan mulai kehilangan daya tariknya. Tak ada lagi kepala naga. Justru yang ada hanyalah bangunan-bangunan megah bertingkat.

Kini para perantau bermata sipit dan dikenal sebagai Tionghoa itu telah menyatu dengan masyarakat setempat. Sisa-sisa kejayaannya masih bias dilihat saat perayaan imlek. Puluhan atraksi khas mereka, seperti barongsai, tari naga (liong), toapekong dan bag-bagi dodol China. Tata ruang kota sebenarnya sudah mulai tertata apik sejak dulu.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya