BEIRUT – Anak mantan pemimpin Libya, almarhum Moammar Gaddafi, diculik oleh kelompok militan di Lebanon. Penculikan Hannibal Gaddafi digunakan oleh kelompok militan itu untuk mencari informasi hilangnya seorang ulama Syiah asal Lebanon di Libya.
Kelompok militan itu menyampaikan permintaan mereka lewat sebuah video rekaman yang disiarkan televisi Lebanon, Al Jadeed. Mereka meminta siapa pun untuk segera memberi tahu keberadaan Moussa al Sadr dalam video tersebut, sebagaimana diberitakan ABC News, Sabtu (12/12/2015).
Dalam video terlihat Hannibal mengalami luka memar dan lebam di bagian mata. Pria yang beristrikan perempuan Lebanon itu diduga dipukuli selama menjadi sandera. Namun, para penculik mengakui Hannibal dalam keadaan baik-baik saja. Tidak diketahui kapan persisnya dia diculik.
Moussa al Sadr merupakan ulama Syiah terkenal di abad 20 yang berasal dari Lebanon. Dia menghilang pada 1978 bersama dua orang pria saat mengunjungi Tripoli, Libya. Lebanon menuduh almarhum Moammar Gaddafi sebagai dalang di balik menghilangnya al Sadr.
(Hendra Mujiraharja)