Adik Mantan Presiden Yaman Dibebaskan Pemberontak

Silviana Dharma, Jurnalis
Minggu 20 Desember 2015 01:29 WIB
Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi. (Foto: VOA Hausa)
Share :

SANAA – Dalam perundingan damai yang diadakan di Jenewa, Swiss, kelompok pemberontak Yaman setuju untuk melepaskan lima tahanan perang kalangan atas pada Sabtu 19 Desember 2015 waktu setempat.

Dua di antaranya adalah Menteri Pertahanan Yaman, Mahmoud Subaihi dan Jenderal Nasser Mansour Hadi, yang merupakan saudara laki-laki Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi.

Dilansir dari The Washington Post, Minggu (20/12/2015), kelompok pemberontak yang hadir dalam perundingan damai tersebut, ialah Shiite dan Yemen’s Internationally Recognized Government sejak lima hari yang lalu dimediasi oleh PBB.

Kedua kelompok pemberontak itu diketahui telah mengambil alih kekuasaan di Saana, Ibu Kota Yaman sejak September 2014.

Pertempuran di Yaman merupakan efek domino dari Arab Spring. Bentrokan terjadi antara kelompok separatis Huthi dan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Pemerintah yang diakui secara internasional telah lama meminta pelaksanaan tanpa syarat dari resolusi Dewan Keamanan PBB, yang mengharuskan para pemberontak untuk menarik diri dari semua wilayah yang mereka kuasai dan meletakkan senjata.

Namun DK PBB baru mengabulkan permintaan pemerintah April 2015 dan merealisasikan perundingan damai pada Senin 14 Desember 2015.

Akibatnya, lebih dari 27 militan dari kedua belah pihak tewas di Taiz dan Lahj minggu lalu. Selain itu, 16 pejuang pro-pemerintah dan 10 pejuang Houthi lainnnya tewas di Provinsi Jawf.

Bentrokan antar keduanya terus berlanjut. Koalisi yang dipimpin Saudi juga dikabarkan terus melakukan serangan udara ke markas-markas Houthi. Menurut data yang dirilis PBB, Sedikitnya 2.695 warga sipil telah tewas sejak serangan udara anti-Houthi dimulai pada Maret 2015.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya