JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bekerja sama dengan Densus 88 berhasil menggagalkan rencana pengeboman di Jakarta berkat informasi dari Kepolisian Federal Australia (AFP) dan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS).
“Operasi penangkapan ini digelar karena ada laporan dari intelijen asing bahwa ada indikasi orang Indonesia yang terkait jaringan terorisme tengah merencanakan aksi bom bunuh diri,” kata Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti, sebagaimana dilansir dari Daily Mail, Senin (21/12/2015).
Seorang guru pesantren, Asep Urip (31) dan muridnya Zaenal (35) sudah ditahan atas tuduhan merencanakan tindak terorisme, yakni bom bunuh diri di Jakarta pada perayaan Tahun Baru 2016 mendatang.
Polri berhasil menciduk kedua pelaku bersama lima anggota jaringan lainnya yang diduga kelompok ekstremis pada Jumat dan Sabtu kemarin di Banjar dan Semarang, Jawa Tengah.
Dari hasil penggerebekan di rumah Urip, polisi menemukan sebuah bendera hitam khas ISIS dan serangkaian alat perakit bom.
(Silviana Dharma)