SEOUL – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) memprediksi jumlah penduduk mereka akan mulai menurun mulai 2030. Saat ini, terdapat sekira 51 juta penduduk Korsel dan diprediksi akan menyusut hingga 44 juta penduduk pada 2060. Jumlah penduduk usia produktif juga diprediksi menurun dalam beberapa tahun ke depan.
Angka kelahiran yang cenderung rendah dan berada dalam tren menurun dituding menjadi penyebab. Akibatnya, pemerintah Korsel pun disarankan untuk lebih banyak menerima imigran dan pekerja asing demi mencegah pengurangan jumlah penduduk.
“Imigran akan memecahkan masalah berkurangnya jumlah penduduk. Diskusi masalah ini harus segera dimulai. Hal terpenting adalah masa depan Korea,” ujar Presiden Global Sarang, sebuah organisasi bagi tenaga kerja asing, Kim Hae-sung, dilansir Korea Times, Sabtu (2/1/2016).
Sebuah laporan terbaru dari Kementerian Kehakiman menunjukkan Korsel membutuhkan tambahan sekira 1,27 juta tenaga kerja asing pada 2018. Kebutuhan diprediksi akan meningkat menjadi 1,34 juta pada 2020 dan 1,82 juta pada 2030. Jumlah tersebut dibutuhkan jika Negeri Ginseng ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar tiga persen.
Prediksi angka kebutuhan itu menunjukkan Korsel mau tidak mau harus menerima cukup banyak imigran dalam waktu dekat. Saat ini Korsel memiliki 1,2 juta warga asing dengan 940 ribu di antaranya merupakan tenaga kerja asing.
Dalam rencana pembangunan lima tahun demi mengatasi kekurangan penduduk dan angka kelahiran rendah, pemerintah Korsel pun berencana untuk membangun menara kontrol untuk kebijakan imigrasi. Namun, menurut seorang peneliti bernama Lee Sam-sik, pembangunan menara tersebut bukan berarti akan menerima dan terbuka bagi imigran dalam waktu dekat, tetapi lebih kepada bagaimana mengontrol mereka selama berada di Korsel.
(Wikanto Arungbudoyo)