JAKARTA - Walaupun saat ini tengah berada di Suriah, Bahrun Naim, otak dari teror bom Sarinah, Kamis 14 Januari kemarin memiliki tangan kanan di Indonesia. Dia adalah kelompok radikal yang dipimpin Abu Jundi.
"Bahrum Naim merupakan mantan dari kelompok gerakan radikal yang ada di Indonesia, kemudian ikut aktif bergabung dengan ISIS dan sekarang menjadi salah satu petinggi ISIS di Suriah. Bahkan yang bersangkutan merupakan salah satu koordinator di Indonesia dan di Asia Tenggara," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan di Komplek Mabes Polri, Jumat (15/1/2015).
Polisi menduga Bahrun Naim sebagai otak aksi teror bom di kawasan Sarinah berdasarkan data intelijen. "Kita mengarah ke BN didasarkan kepada dokumen, data intelijen, pengakuan mereka (teroris yang sudah ditangkap) bahwa ada afiliasi ke yang bersangkutan (BN)," tambah Anton.
Kendati Bahrun Naim berada di Suriah, dia tetap memiliki tangan kanan di Indonesia untuk melancarkan aksinya yang didanai oleh Negara ISIS.
"Koordinator yang pegang Indonesia adalah AJ, Abu Jundi. Walaupun sudah ditangkap koordinatornya, saya contohkan ABB (Abu Bakar Baasyir) kan juga sudah ditangkap tetap jadi koordinator," papar Anton.
Anton memaparkan, selain Abu Jundi tengah mendekam di penjara. Jaringan Bahrun Naim punya tangan kanan lain saat beraksi dengan meneror kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.
"Ada (tangan kanan Bahrun Naim lainnya selain Abu Jundi). Ada beberapa orang tidak bisa saya sebutkan," jelasnya.
Anton menegaskan kembali walaupun Abu Jundi menjadi koordinator ISIS Indonesia atas perintah Bahrun Naim dari Suriah, tetap saja akan ada panglima baru dalam gerakan radikal ini walaupun petinggi-petingginya mendekam di penjara.
"Begitu koordinator ditangkap pasti ada panglima baru, sel (anggota) barunya menyebar cepat. Ini gerakan ideologi dan gerakan keyakinan kalau tidak ada pengikut tidak ada sel baru, maka habis oleh karena itu perlu ketahanan pribadi, lingkungan serta perlu ketahana ideologi," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)