JAKARTA - Polisi memastikan bahwa Rico Hermawan (21) merupakan warga sipil yang turut menjadi korban insiden bom di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis lalu. Terlebih saat terjadi ledakan, ia akan memasuki pos polisi di perempatan Plaza Sarinah lantaran ditilang usai mengendarai sepeda motor di zona larangan kendaraan roda dua.
Alhasil, polisi membolehkan jasad Rico untuk dibawa keluar dari RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk dimakamkan di kampung halamannya di Boyolali, Jawa Tengah. Ayah korban, Joko Wahono yang telah mengurus surat-surat pemulangan, dan uji DNA, akhirnya bisa bernafas lega.
Jenazah alumnus SMK Angkasa, Halim Perdanakusuma, itu telah terbungkus petu jenazah bertuliskan "Rico Hermawan RS/I/0001" sekira pukul 20.20 WIB.
"Malam ini kita langsung berangkat ke Boyolali," kata tetangga Korban, Muhammad Sani kepada awak media, di RS Polri, Jakarta Timur, Sabtu (16/1/2016).
Seperti diketahui, saat insiden bom lalu, ia tengah bersama sepupunya, Anggun Kartika Sari (24). Serah terima jenazah Rico dilakukan oleh pihak RS Polri yang diwakili oleh Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri, AKBP Jayus Samaji kepada Detasemen Khusus 88. Kemudian dilanjutkan diserahkan ke orang tua Rico Joko Mulyanto.
"Atas nama keluarga besar Polri mengucapkan belasungkawa kepada keluarga mudahan diberi kemudahan dan diterima disisi-Nya. Kalau ada kekurangan kami meminta maaf," tutup Jayus.
(Angkasa Yudhistira)