KAIRO – Tentara Mesir mengonfirmasi satu unit pesawat tempur F-16 miliknya mengalami kecelakaan saat latihan. Namun, pihak militer menolak memberi tahu lokasi persisnya kecelakaan tersebut.
Juru Bicara Militer Mesir, Mohamed Samir, juga tidak memerinci jumlah pasti korban tewas dalam kecelakaan itu.
“Kecelakaan ini sudah cukup mengkhawatirkan. Mengapa media atau orang lain tertarik pada detail informasi?” ujar Samir dengan nada ketus, seperti dilaporkan ABC News, Kamis (28/1/2016).
Sebelumnya, otoritas setempat mengonfirmasi serangan bom mobil terhadap kendaraan lapis baja milik tentara di sebelah utara Mesir. Seorang tentara berpangkat kolonel dan tiga prajurit tewas dalam serangan tersebut.
Mesir diketahui berjuang keras melawan kelompok militan yang tumbuh subur di sana. Polisi dan pos-pos militer menjadi sasaran kelompok militan tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, serangan terhadap polisi dan militer semakin meningkat usai kudeta militer menjatuhkan mantan Presiden Mohammad Mursi pada 2013.
(Wikanto Arungbudoyo)