WASHINGTON DC – Momen penangkapan 10 personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) beberapa waktu lalu setelah dinyatakan melanggar kedaulatan laut, ternyata dijadikan bahan propaganda tersendiri oleh Iran.
Pada perayaan kemenangan revolusi Islam Iran, Negeri Persia itu menyebar video yang turut menampilkan serangakaian foto, memperlihatkan isak tangis seorang personel AL AS dalam masa penahanan tentara Iran.
Otoritas AL AS sendiri yang dimintai keterangan hanya menyatakan, bahwa sang pelaut menangis karena marah akibat insiden itu. Namun di sisi lain, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS, memaparkan bahwa video itu bukan hal yang pantas untuk disebarkan Iran.
“Kami sudah mendapat kejelasan, begitupun Menlu (John Kerry), tentang kemuakan kami melihat foto-foto dan video tentang pelaut-pelaut kami yang digunakan untuk tujuan propaganda,” cetus juru bicara Kemenlu AS, John Kirby kepada CNN, Jumat (12/2/2016).
Tidak hanya Kemenlu AS, senator dari Partai Republik, John McCain pun menyesalkan “ulah” Iran tersebut yang dianggapnya tindakan provokasi.
“Rezim Iran merilis gambar-gambar anggota AL AS yang secara ilegal, ditahan tentara Iran, di mana hal itu merepresentasikan provokasi terbaru Iran terhadap AS. Ini juga upaya lain dari mereka untuk mempermalukan personel militer Amerika,” timpal McCain.
(Randy Wirayudha)