YOGYAKARTA - Wacana pemerintah untuk menutup lokalisasi dipandang sinis oleh Perhimpunan Perempuan Pekerja Seks Yogyakarta (P3SY). Sebab, penutupan bukan merupakan sebuah solusi bagi para pekerja seks komersial (PSK).
"Ya kalau mau ditutup pemerintah mau kasih makan apa? Kalau tidak ada solusi," kata Ketua P3SY, Sarmi saat dihubungi Okezone, Senin (22/2/2016).
Sarwi menambahkan, usaha penutupan lokalisasi di Kota Yogyakarta pernah dilakukan pada tahun 1996-1997, pada lokalisasi di kawasan Sanggrahan, yang saat ini dijadikan lokasi Terminal Giwangan. Namun, pemerintah saat itu tidak memberikan solusi kepada para PSK dan mereka yang emnggantungkan hidup di lokalisasi tersebut. Sehingga para pekerja kembali menjadi PSK.
"Saat itu tidak ada solusi, sehingga pekerja kembali ke Sosrowijayan (Sarkem)," ujar dia.
Untuk itu, jika ada wacana mengenai penutupan, Sarmi mengingatkan pemerintah sebaiknya memikirkan secara matang mengenai pekerjaan pengganti. Sehingga, para PSK tidak kembali ke lokalisasi. Sarwi menuturkan, harus ada solusi konkret untuk pekerja seks agar nanti jika benar dilaksanakan tidak kembali ke lokalisasi. "Harus ada solusi konkret," tandasnya.