P3SY sendiri menurut dia, sudah aktif memberikan pelatihan kepada pekerja seks seperti pelatihan pembuatan manik-manik dan sektor usaha lainnya. "Banyak pekerja (seks) yang beralih profesi, mereka memilih untuk membuka warung angkringan," ucapnya.
Terpisah, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, di Kota Yogyakarta tidak ada lokalisasi resmi yang berdiri. "Di Kota Yogyakarta itu tidak ada lokalisasi yang resmi," katanya.
Ia mengakui, ada sebagian masyarakat yang membuka tempat prostitusi. Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat untuk ikut memantau.
"Ada yang buka seperti itu (prostitusi), untuk itu kami berharap peran serta masyarakat untuk ikut membantu memberantas," tandasnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)