Italia Dirikan Museum Fasisme di Tempat Kelahiran Benito Mussolini

Silviana Dharma, Jurnalis
Selasa 23 Februari 2016 20:04 WIB
Museum Fasisme untuk memperingati berdirinya Partai Fasis oleh Benito Mussolini (Foto: CNN)
Share :

PREDAPPIO - Bertepatan dengan 97 tahun didirikannya Partai Fasis oleh Benito Mussolini, pemerintah Italia berencana membangun sebuah museum untuk mengenang masa-masa kelam perang dunia kedua di negaranya.

Walaupun terbilang proyek yang kontroversial, Museum Fasisme akan tetap dibangun di Predappio, tempat kelahiran Il Duce (sang pemimpin, sebutan untuk Mussolini).

Predappio sendiri hanya sebuah daerah kecil di utara Emilia Romagna. Meski begitu, kawasan yang lekat dengan nama besar diktator Italia itu, memiliki daya tariknya sendiri. Ribuan pengagum fasisme atau penganut neo-fasisme berziarah ke kota ini setiap tahunnya, sekadar untuk melihat tempat kelahiran dan makam Mussolini.

“Kritik terus berdatangan, masyarakat khawatir museum ini akan menjadi salah satu tempat untuk merayakan (kejayaan dan ideologi) sekutu masa perang Adolf Hitler. Karena di Italia, orang mengonotasikan pendirian museum sebagai perayaan terhadap suatu momen bersejarah atau penghargaan terhadap tokoh bersejarah. Tapi bukan itu tujuan kami mendirikan museum ini,” ujar Wali Kota Predappio, Giorgio Frassineti, disadur dari CNN, Selasa (23/2/2016).

Frassineti menegaskan, pendirian museum dimaksudkan sebagai pusat penelitian dan dokumentasi. Pusat studi akan menyediakan sejumlah fasilitas pembelajaran, seperti ruang pameran, perpustakaan dan ruang arsip, toko buku, ruang rekreasi dan kantor.

“Isu fasisme tidak pernah mudah untuk direfleksikan, tetapi lokasi simbolik seperti Predappio dapat membantu mengangkat isu ini ke permukaan. Setidaknya, bangunan ini akan menjadi simbol bagi negara-negara yang tidak ingin berkonfrontasi dengan sejarahnya,” terangnya.

Jika berjalan sesuai rencana, Museum Fasisme yang tepatnya berlokasi di Casa del Fascio (Rumah Fasisme) itu akan selesai dibangun pada awal 2019. Untuk merampungkannya, pemerintah dibantu beberapa institusi lokal menggelintirkan dana sebesar USD5,6 juta atau Rp75,2 miliar. Dan sejauh ini, dana yang terpakai baru seperlimanya saja.

Benito Mussolini mendirikan Partai Fasis Nasional pada 9 November 1922. Tiga tahun setelah gerakan politik itu dibentuknya pada Maret 1919. Pada masa itu, para penjahat, kriminal dan preman yang berkecimpung di kubangan kemiskinan dan imoralitas dikumpulkan mantan editor koran sosialis La Lotta di Class dan Avanti itu untuk bertempur. Kelompok ini kemudian dikenal dengan nama Baju Hitam dan kerjanya berkelahi saja di jalanan setiap hari.

Setelah kalah pemilu pada tahun yang sama, ia membuat rusuh hingga tak terbendung oleh partai liberal di Italia. Raja Vittorio Emanuele III takluk pada rombongan bertampang seram yang ia barikadekan di Roma, dan berakhir memberikan Mussolini izin mengelola pemerintahan baru.

Italia terseret ke medan perang. Sepaham dengan teman dekatnya, The Fuhrer, Mussolini berkeyakinan dunia sudah selayaknya dipimpin oleh ras unggul dan bangsa-bangsa secara alami berevolusi melalui peperangan.

Partai ini berkuasa di Negeri Piza selama dua dekade lebih di bawah bentuk totalitarian. Kini, ideologi fasisme merupakan hal yang tabu dan terlarang, demikian juga Partai Fasis Nasional. Konstitusi Italia dengan tegas menyatakan, segala kegiatan yang berhubungan dengan reorganisasi fasisme dalam bentuk apapun akan dibubarkan.

“Mussolini sudah meninggal lebih dari 70 tahun yang lalu. Jika kita masih takut pada periode sejarah itu, bagaimana mungkin kita bisa menghadapi tantangan lain yang akan menghadang kita di masa depan?” tukas Frassineti.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya