DAMASKUS – Kelompok pengawas Suriah asal Rusia mencatat sembilan pelanggaran terjadi pada hari kedua pemberlakuan kesepakatan gencatan senjata. Akan tetapi, pelanggaran-pelanggaran tersebut dilakukan oleh pihak pemberontak.
Kesepakatan gencatan senjata diakui oleh 17 kelompok pemberontak moderat seperti yang dicatat oleh pihak Rusia. Sedangkan pihak Amerika Serikat (AS) mencatat 69 kelompok pemberontak telah mengakui kesepakatan senjata.
Seperti diwartakan Russia Today, Senin (29/2/2016), enam dari sembilan pelanggaran tercatat berasal dari wilayah sub-urban Damaskus yang berada di bawah kendali kelompok pemberontak moderat yang ada dalam daftar milik AS.
Sementara itu, dilaporkan Time, beberapa jet tempur melakukan aksi serangan di dua desa di utara Suriah pada Minggu 28 Februari siang waktu setempat. Pengawas hak asasi manusia Suriah (SOHR) mengatakan dua serangan udara terjadi di Daret Azzeh dan Qobtan al Jabal. Namun, SOHR tidak menyebut jet tempur tersebut milik Rusia atau Suriah.
Namun, ada selentingan kabar yang menyatakan jet tempur tersebut milik Rusia. Belum jelas apakah jet-jet tempur itu menggempur wilayah yang dikontrol cabang oleh Jabhat al Nusra. Kepanjangan tangan Al Qaeda di Suriah itu tidak termasuk kelompok yang dimaksud dalam kesepakatan gencatan senjata.
(Wikanto Arungbudoyo)