"Kondisinya sudah tidak sadar, koma. Pemberian oksigen pun lagi-lagi lambat. Itupun tidak langsung ditangani ke ruang ICU, dengan alasan penuh. Ibu saya ditelantarkan di IGD, hanya karena pasien BPJS. Padahal kondisi ibu saya sudah kritis," jelasnya,
Setelah kondisinya tak sadarkan diri, pada Jumat 11 Maret kemarin siang pukul 14.00 WIB, Hudriyah mengembuskan napas terakhir. "Pasti kesal atas pelayanan rumah sakit yang lamban dan tak responsif terhadap kondisi pasien yang kritis dan segera membutuhkan pertolongan," ujarnya.
Hingga saat ini, pimpinan rumah sakit milik Pemkab Serang ini belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian tersebut. Direktur RSUD dr Drajat Prawiranegara, Agus Gusmara pun belum mau memberikan keterangan.
(Risna Nur Rahayu)