Pasien BPJS Meninggal Dunia di RS Abdul Moeloek Lampung, Diduga Ditelantarkan

INews.id, · Rabu 12 Februari 2020 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 12 340 2167386 pasien-bpjs-meninggal-dunia-di-rs-abdul-moeloek-lampung-diduga-ditelantarkan-xa9ENEyFFD.jpg Ansori, Ayah Kandung Pasien yang Meninggal Dunia Diduga Ditelantarkan RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung (foto: iNews/Andres Afandi)

LAMPUNG - Isak tangis warnai pemakaman pasien BPJS bernama M Rezki Mediansor yang meninggal dunia diduga akibat ditelantarkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Bandar Lampung, pada Senin 10 Februari 2020.

Keluarga korban menceritakan keronologi meninggalnya pasien akibat lambatnya penanganan dan diterlantarkan pihak rumah sakit, saat dirujuk dari Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan, sudah dalam keadaan kritis akibat sakit demam berdarah.

Baca Juga: Soal Pasien Sekarat Dibawa Pakai Pikap, Ini Kata Puskesmas Mancak 

Namun, saat tiba di RSUD Abdul Moeloek, pada minggu pagi hanya ditempatkan pada unit gawat darurat (UGD) saja. Kemudian, pada malam Senin, pasien baru mendapatkan ke ruangan syaraf dan baru mendapatkan perawatan dokter dengan kondisi kritis.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Selanjutnya pada Senin sore, korban dipindah oleh tim medis namun saat diperjalanan menuju ke ruangan, Rezki meninggal dunia. Warga Plasma, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan itu meninggal dunia akibat kurang cepat penanganan secara medis oleh pihak RSUD Abdul Moeloek.

"Lambatnya pelayanan rumah sakit membuat anak saya meninggal dunia. Saya sebagai orangtua kecewa atas pelayanan yang diberikan oleh pihak RSUD Abdul Moeloek," ucap ayah korban, Ansori saat ditemui iNews di kediamannya, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga: Bamsoet Soroti 66,3 Juta Warga Tak Terlindungi BPJS Kesehatan 

Sementara Direktur Pelayanan RSUD Abdul Moeloek, dr. Pad Dilangga mengaku pelayanan terhadap pasien sudah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur pelayanan rumah sakit. Namun, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi serta investigsi internal terhadap pelayanan di ruang perawatan rumah sakit.

"Semua prosedur sudah kita lakukan. Tidak ada yang namanya kita telantarkan. Kami memaklumi jika keluarga pasien panik dalam situasi seperti ini. Tapi kami tegaskan tidak ada yang membeda-bedakan karena pasien BPJS," ucap Dilangga.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini