nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditolak Puskesmas, Pasien Sekarat Dibawa Pakai Pikap Pengangkut Pasir

Rasyid Ridho , Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 15:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 01 340 1853262 ditolak-puskesmas-pasien-sekarat-dibawa-pakai-pikap-pengangkut-pasir-0rexrdc7cY.jpg Solihin saat Dibawa Menggunakan Pikap ke Serang (foto: Ist)

SERANG - Solihin (36) warga Kampung Pasir Gadung, Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten harus mengalami kejadian pahit saat akan mencari pelayanan kesehatan di Puskesmas Mancak.

Pasien yang mengalami kecelakaan sebulan lalu di Jakarta itu terpaksa dibawa dari Puskesmas Mancak menuju ke Rumah Sakit terdekat menggunakan pikap pengangkut pasir milik warga pada hari Rabu (31/1/2018) sore untuk mendapatkan perawatan.

(Baca Juga: Berderai Air Mata, Ibunda Balita Tanpa Anus di Sumut Mohon Pertolongan)

Padahal saat itu, 3 mobil ambulance tengah terparkir di halaman Puskesmas Mancak. Hanya saja, sang dokter puskesmas tidak memperbolehkan Solihin dibawa menggunakan kendaraan ambulance milik Pemerintah Kabupaten Serang.

"Pasien dibawa ke Puskesmas Mancak untuk mendapat rujukan. Tapi, sesampainya di Puskesmas tidak ada tindakan medis apa pun. Akhirnya kami meminta rujukan dan memohon meminjam ambulan untuk membawa pasien ke rumah sakit," kata keluarga pasien Anton Daeng Harahap (31) kepada wartawan, Kamis (1/2/2018).

Solihin saat Dibawa Menggunakan Pikap dari Puskesmas Mancak (foto: Ist)

Menurut Anton, pihak puskesmas tidak memperbolehkan membawa keluarganya dikarnakan Solihin bukan pasien rawat jalan di puskesmas.

"Sempat mediasi dengan dokter puskesmas hampir 4 jam. Akhirnya, tidak ketemu solusinya, padahal saudara saya kondisinya sudah sekarat. Sampai saya nangis, enggak tega ngeliatnya," ujarnya.

Melihat kondiainya seperti itu, pihak keluarga memutusakan untuk mencari kendaraan untuk membawa Solihin ke Mapolsek Mancak. Namun, usaha itupun gagal.

(Baca Juga: Hak Pasien Darurat Medis yang Harus Dipenuhi Rumah Sakit)

Kondisi semakin terdesak, pihak keluaga akhirnya mencari pinjaman kendaraan bak terbuka atau pikap kepada warga sekitar. Akhirnya ada warga yang ikhlas meminjamkan kendaraan meskipun itu tak layak digunakan untuk membawa orang sakit.

"Saya pinjem pikap pengangkut pasir sama bapak Kholik. Saya keluarin, saya pindahin ke mobil pikaup," ujar

Saat ini, Solihin sudah mendapatkan perawatan yang layak di Rumah Sakit Krakatau Steel, Kota Cilegon dengan biaya ditanggung oleh BPJS. "Tuh saya bawa ke rumah sakit KS pakai BPJS saja bisa masuk kok," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini