nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Pasien Sekarat Dibawa Pakai Pikap, Ini Kata Puskesmas Mancak

Rasyid Ridho , Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 18:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 01 340 1853404 soal-pasien-sekarat-dibawa-pakai-pikap-ini-kata-puskesmas-mancak-x32MeSjl5O.jpg Dokter Puskesmas Mancak Frenkie Sudiono (tengah) Memberi Keterangan Pasien Naik Pikap (foto: Rasyid/Sindonews)

SERANG - Pihak Puskesmas Mancak, Kabupaten Serang angkat bicara terkait adanya pasien yang dibawa menuju rumah sakit menggunakan pikap pengangkut pasir oleh keluarganya.

Frankie Sudiono, dokter Puskesmas Mancak yang menangani Solihin pada saat kejadian menceritakan, pihaknya sudah melakukan penjemputan dari kediamannya menuju puskesmas menggunakan ambulans.

(Baca Juga: Ditolak Puskesmas, Pasien Sekarat Dibawa Pakai Pikap Pengangkut Pasir)

Setibanya di Puskesmas, dokter kemudian melakukan observasi di ruang IGD guna melakukan pengecekan kondisi Solihin. Setelah dicek, kondisinya dinilai stabil dan normal. Dilihat dari nadi, tekanan darah, pernapasan dan kesadarannya.

"Setelah saya periksa keadaan tidak memungkinan untuk dilakukan rawat jalan, sehingga meminta kepada keluarga untuk dilakukan perawatan di rumah sakit," kata Frenkie ditemui di kantornya, Kamis (1/2/2018).

Terkait pihak puskesmas tidak memberikan fasilitas mobil ambulans kepada Solihin, Frenkie menjelaskan, sesuai dengan alur rujukan bahwa pihak dokter puskesmas harus terlebih dahulu melakukan kordinasi dengan petugas jaga IGD rumah sakit yang dituju.

Sehingga, mobil ambulans bisa digunakan untuk membawa pasien dirujuk ke rumah sakit yang ditentukan oleh pihak keluarga pasien.

"Pada saat itu, pihak keluarga belum menentukan akan dirujuk ke rumah sakit yang dituju. Sehingga saya tidak melakukan kordinasi dengan rumah sakit," ujarnya.

(Baca Juga: Hak Pasien Darurat Medis yang Harus Dipenuhi Rumah Sakit)

Karena tetap memaksa, keluarga pasien memutuskan untuk menggunakan pikap membawa Solihin ke rumah sakit. Meskipun, pihak puskesmas sudah melarangnya. Karena, melihat kondisi tubuh pasien yang mengalami patah tulang di bagaian punggung.

"Sudah kita larang agar tidak menggunakan mobil pikap, kita sudah meminta kepada keluarga untuk sabar menunggu mobil ambulans partai yang akan datang 5 menit lagi," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini