DIGEMPUR habis-habisan oleh Rusia, pasukan koalisi antiteroris pimpinan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi serta pasukan Kurdi pasca-teror Paris, daerah kekuasaan ISIS di Irak dan Suriah dikabarkan mulai berkurang drastis.
“ISIS telah kehilangan 3.000 kilometer persegi teritori kekuasaannya di Suriah. Ukuran itu setara dengan dua kali lahan London,” papar Menteri Luar Negeri AS John Kerry saat menghadiri pembahasan konflik Suriah di Paris, sebagaimana diwartakan Daily Record, Rabu (16/3/2016).
Pengamat terorisme dari IHS juga melaporkan, seperlima daerah kekuasaan ISIS di Irak dan Suriah berkurang jauh dibanding 14 bulan terakhir. Kelompok teroris itu bahkan kehilangan dua markas utamanya di Fallujah dan Ramadi setelah diambil alih tentara Irak. Demikian juga yang terjadi di Mosul pada 13 Januari 2016.
Selain gagal mempertahankan daerah kekuasaannya, ISIS juga kehilangan sumber penghasilannya dari kilang-kilang minyak yang selama setengah tahun terakhir menjadi target utama serangan udara Rusia.
Akibatnya, kelompok teroris terkaya di dunia ini sekarang hanya mampu menggaji militannya seharga 100 poundsterling atau setara Rp1,8 juta per bulan.