"Tahun 1852 pemerintah Hindia Belanda menerbitkan aturan yang mengatur pemisahan rumah bordil tentara (gouvernementskaten) dengan rumah bordil lainnya," ujar Wenri.
Sejak saat itulah bisnis prostitusi berkembang. "Muncul pelacuran baru seperti Gang Mangga, sekarang dekat Stasiun Jayakarta, sebelah timur Macao Po. Saking terkenalnya, sampai hari ini penyakit sipilis sering disebut dengan nama Penyakit Mangga, karena kebanyakan 'main' di gang Mangga," kata dia.
Penyakit Mangga sempat mewabah di DKI Jakarta pada tahun 1874. "Karena mewabah, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru. Intinya, pelacur harus daftar ke polisi. Selain itu, tiap sepekan sekali, pelacur diwajibkan memeriksa kesehatan mangga," ujar Wenri.
(Risna Nur Rahayu)