JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu mengevaluasi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi terkait pengelolaan Blok Masela.
Kedua pejabat negara dinilai punya kepentingan kelompok dan pribadi. Karena secara perlahan mulai ketahuan di publik adanya kepentingan kelompok terkait desakan pembangunan kilang di laut.
Hal itu terungkap dalam diskusi terbatas beberapa aktivis muda Maluku di Jakarta. Seperti Angky Dahoklory (Maluku Barat Daya), Paman Nurlette (Anak Adat Alifuru Maluku), Lutfi Abdullah Wael (IMM Maluku), Hedwig Beruatwarin (Mahasiswa Pscasarjana) dan Iswan Nurlette (Aktivis Mahasiswa Seram Bagian Barat).
Aktivis dari Maluku Barat Daya, Angky Dahoklory mengatakan, kalau mencermati yang terjadi di publik, sangat kelihatan ada pihak yang 'masuk angin' di Blok Masela. Semua pihak menginginkan kilang dibangun di darat dan Menteri ESDM seolah tidak peduli itu.
"Saya kira presiden perlu mengevaluasi dan mengganti pengelola migas, terutama Menteri ESDM dan SKK Migas. Copot Menteri ESDM. Bagi kami, yang terbaik dibangun di darat,” tegas Angky dalam siaran pers, Jumat (18/3/2016).
Aktivis IMM yang juga mahasiswa Universitas Pattimura, Lutfi Abdullah Wael mengatakan, sekarang sudah kelihatan mengapa ada yang berkeinginan membangun kilang di laut, karena ada yang sudah menerima dari Inpex (operator Blok Masela) dan itu sudah ada di media.
Lutfie juga menyoroti perilaku SKK Migas yang bertindak seperti pegawai Inpex dan juru bicara Inpex. Sangat aneh SKK Migas mengumumkan penarikan karyawan Inpex.