”Ada apa ini? Kami lihat ini semacam gertakan kepada presiden. Mereka mengancam secara halus. Mau menakut-nakuti presiden kalau investor mau tarik diri. Kalau itu silakan saja. Saya yakin, presiden juga tidak takut. Kami Maluku ada di belakang presiden,” tegasnya.
Aktivis Anak Adat Alifuru Maluku, Paman Nurlette juga menyoroti perlakuan tidak adil yang dialami Maluku. Pemerintah pusat memberikan apa yang tidak dibutuhkan Maluku.
“Kami minta realisasikan lumbung ikan, provinsi kepulauan dan perlakuan yang adil, tetapi mereka datang hanya menghibur dengan menjadikan Maluku sebagai tuan rumah sail, tuan rumah MTQ, tuan rumah Pesparawi, tuan rumah ini dan itu. Semua itu pembodohan. Mereka pura-pura perhatian, tetapi itu hanya hiburan semata. Stop membodohi kami,” tegasnya.
Paman mengatakan, mereka tidak akan berhenti menuntut apa yang semestinya menjadi hak orang Maluku. Semestinya, Maluku mendapat tempat yang semestinya jika mereka mengetahui sejarah dari Republik ini. Tetapi, yang terjadi Maluku diperlakukan tidak adil. Maluku memiliki banyak kekayaan, tetapi dibiarkan dalam kemiskinan.
“Kami tidak akan berhenti bergerak,” ujar Paman.
(Fiddy Anggriawan )