INDRAMAYU - Setelah Pemerintah Kabupaten Indramayu membongkar warung remang-remang yang berada di sepanjang Jalur Pantura Indramayu, ternyata tidak menyurutkan para Pekerja Seks Komersial (PSK) untuk menjajakan seks kepada para pria hidung belang. Mereka menolak tobat saat ini dan nekat terus menggeluti profesinya di tempat lain.
Seperti halnya pengakuan salah seorang PSK, sebut saja namanya Bunga. Wanita malam ini sudah dua tahun mangkal di warung remang-remang di pinggir Jalur Pantura , Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Sebelumnya, ia berkeliaran di Rawamalang, Cilincing, Jakarta Utara, dan Kepulauan Riau.
Bunga terpaksa memilih menjadi PSK karena statusnya yang menjadi janda hingga mengalami kesulitan ekonomi. Kali pertama mendapat pelanggan adalah saat berusia 20 tahun.
"Saat itu, baru satu tahun bercerai dengan suami. Kemudian saya diajak teman menjadi seperti ini. Saya mau melakukan seperti ini karena himpitan ekonomi dan tidak ingin anak saya kelaparan" ungkapnya.
Bunga merasa nyaman mangkal di Jalur Pantura, selain lantaran letaknya yang tidak jauh dari rumah, juga hasil karena banyak pelanggan.